Jumat, 31 Mei 2024

Berikut adalah Artikel Menarik untuk Memperingati dan Mengenal tentang Hari Penerjemah Internasional! Yuk simak selengkapnya...

Sejarah dan Tema Hari Penerjemah Internasional 2023

Bandung - Hari Penerjemah Internasional atau Internasional Translator Day diperingati setiap 30 September. Menjadi sebuah kesempatan untuk menghormati pekerjaan para penerjemah bahasa yang memiliki peran penting dalam mempersatukan seluruh bangsa.

Penerjemah memiliki peran dalam memfasilitasi dialog, pemahaman, dan kerjasama, untuk pembangunan dan memperkuat perdamaian serta keamanan dunia.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut tema Hari Penerjemah Internasional 2023 beserta penjelasan, asal-usul peringatan, tujuan, serta fakta unik dari penerjemah.

 

Tema Hari Penerjemah Internasional 2023

Mengutip dari International Federation of Translators, Hari Penerjemah Internasional 2023 mengusung tema "Translation Unveils The Many Faces of Humanity" yang berarti "Terjemahan Mengungkap Banyak Wajah Kemanusiaan". Untuk memperingati Hari Penerjemahan Internasional tahun ini, seluruh dunia ingin mengakui pentingnya peran penerjemah dalam kehidupan.

Penerjemah mampu membuka dunia pengalaman manusia, memberikan kita jalan ke dalam budaya-budaya lain. Ketika terjadi guncangan iklim dan geopolitik di seluruh dunia, maka penerjemah memainkan peran penting dalam mengatasi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan, dalam diplomasi dan kerja sama antar negara, pembangunan berkelanjutan, dan bantuan kemanusiaan, martabat manusia dan hak asasi manusia.

 

Apa Itu Penerjemah?

Penerjemah memiliki peran penting dalam mengonversi konten tertulis atau lisan dari satu bahasa ke bahasa lain dengan tetap mempertahankan makna, konteks, dan nuansanya. Mereka menjembatani komunikasi antara individu, organisasi, dan budaya yang menggunakan bahasa berbeda. Bekerja di berbagai bidang, termasuk sastra, bisnis, hukum, medis, teknis, dan konteks diplomatik.

Selain penerjemahan secara langsung, penerjemah memiliki kemampuan untuk menangkap ekspresi idiomatik, bahasa sehari-hari, dan referensi budaya untuk menghasilkan terjemahan yang terasa alami dan relevan secara budaya. Baik penerjemahan literatur, dokumen hukum, komunikasi bisnis, atau konten lainnya. Intinya, penerjemah memiliki fungsi sebagai jembatan pemahaman, memungkinkan komunikasi dan kolaborasi global.

 

Asal-Usul Peringatan

Dipilihnya tanggal 30 September sebagai Hari Penerjemahan Internasional diambil dari perayaan pesta St. Jerome yang merupakan seorang imam dan cendekiawan asal Italia yang berjasa dalam menerjemahkan Alkitab pertama kali.

St. Jerome atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai Santo Hieronimus, memulai perjalanannya untuk menerjemahkan Alkitab dari manuskrip Perjanjian Baru berbahasa Yunani ke dalam bahasa Latin. Dia juga menerjemahkan sejumlah bagian dari Kitab Injil Ibrani ke dalam bahasa Yunani. Memiliki kemampuan bahasa yang fasih, didapatkan St. Jerome melalui studi dan berbagai perjalanannya.

St. Jerome meninggal pada 30 September 420 di dekat Betlehem. Setelah meninggal ia disebut sebagai Santo pelindung para penerjemah karena upayanya dalam membuat Alkitab dapat diakses oleh banyak orang.

Hari Penerjemah Internasional didelegasikan Federasi Penerjemah Internasional (FIT) sejak didirikan pada tahun 1953. Pada saat itu, para penerjemah kurang diakui dan dihormati secara layak terlepas dari pentingnya peran mereka di era globalisasi. Maka dari itu, FIT muncul untuk memiliki hari khusus dalam rangka menghormati para penerjemah pada tahun 1991.

Kemudian Hari Penerjemah Internasional, disahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 24 Mei 2017, menyatakan bahwa perayaan Hari Penerjemah Internasional setiap tahun jatuh pada tanggal 30 September.

 

Fakta Unik dari Penerjemah

Mengutip dari beberapa sumber berikut 5 fakta menarik tentang profesi penerjemah.

1. Ada Kontes Penerjemah Tahunan

Sejak tahun 2005, setiap tahunnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang seluruh stafnya yang terakreditasi dan mahasiswa dari universitas mitra terpilih untuk bersaing dalam kontes Terjemahan St. Jerome PBB. Sebuah kontes yang memberikan penghargaan kepada penerjemah terbaik dalam bahasa Arab, China, Inggris, Prancis, Rusia, Spanyol, dan Jerman.

2. Memiliki Peran Penting dalam Berbagai Aspek Pembangunan

Bahasa dengan implikasinya yang kompleks terhadap identitas, komunikasi, integrasi sosial, pendidikan dan pembangunan, memiliki kepentingan strategis bagi manusia. Ada kesadaran yang berkembang bahwa bahasa memainkan peran penting dalam pembangunan dunia.

Bukan hanya memediasi dialog antarbudaya, tetapi juga dalam mencapai pendidikan berkualitas untuk semua dan memperkuat kerja sama. Turut serta juga dalam membangun pengetahuan yang inklusif bagi masyarakat dan melestarikan warisan budaya, hingga dalam memobilisasi kemauan politik untuk menerapkan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan berkelanjutan.

3. Membangun Suasana Harmonis

Terciptanya komunikasi yang harmonis di antara warga dunia tidak lepas dari peran profesi penerjemah ini. Para ahli multibahasa juga menjadi garda terdepan dalam mempromosikan toleransi, memastikan partisipasi yang efektif dari semua pihak.

4. Paling Besar Bekerja Untuk PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi organisasi yang memiliki profesional bahasa terbesar di dunia. Beberapa ratus staf bahasa bekerja di kantor-kantor PBB di New York, Jenewa, Wina dan Nairobi, atau di komisi regional PBB di Addis Ababa, Bangkok, Beirut, Jenewa dan Santiago.

Penerjemah adalah salah satu jenis profesional bahasa yang dipekerjakan di PBB. Spesialis bahasa PBB ini meliputi asisten editorial dan penerbitan, editor bahasa, interpreter, penulis, editor produksi dan penerbitan, penerjemah, hingga wartawan.

5. Penguasaan Multibahasa

Penerjemah PBB menangani semua jenis dokumen, dari pernyataan oleh negara anggota hingga laporan yang disiapkan oleh badan ahli. Dokumen-dokumen yang mereka terjemahkan mencakup setiap topik dalam agenda PBB, termasuk hak asasi manusia, perdamaian dan keamanan, dan pembangunan.

Masalah baru muncul setiap hari. Dokumen PBB dikeluarkan secara bersamaan dalam enam bahasa resmi Organisasi (Arab, China, Inggris, Prancis, Rusia dan Spanyol). Beberapa dokumen inti juga diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman.

Dokumentasi multibahasa ini dimungkinkan oleh para penerjemah PBB, yang tugasnya adalah menerjemahkan secara jelas dan akurat isi teks asli ke dalam bahasa utama mereka.

 

Source: https://www.detik.com/jabar/berita/d-6954506/sejarah-dan-tema-hari-penerjemah-internasional-2023

By: Daffa Sarja – Detik Jabar

 

The History and Theme of International Translator Day 2023

 

Bandung - International Translator Day is commemorated every 30th of September. It serves as an opportunity to honor the work of language translators who play a crucial role in unifying nations.

Translators facilitate dialogue, understanding, and cooperation for global development and the strengthening of world peace and security.

To delve deeper, here is the theme of International Translator Day 2023 along with its explanation, the origin of the commemoration, objectives, and unique facts about translators.

 

Theme of International Translator Day 2023

Quoting from the International Federation of Translators, the theme for International Translator Day 2023 is "Translation Unveils The Many Faces of Humanity". This theme signifies the importance of translators in our lives.

They have the ability to open up the world of human experiences, providing us with insights into different cultures. Amid climate and geopolitical upheavals worldwide, translators play a crucial role in addressing threats to peace and security, in diplomacy and international cooperation, sustainable development, and humanitarian assistance, human dignity, and human rights.

 

What is a Translator?

A translator plays a crucial role in converting written or spoken content from one language to another while preserving its meaning, context, and nuances. They bridge communication gaps between individuals, organizations, and cultures that speak different languages. Working across various fields including literature, business, law, medicine, technical, and diplomatic contexts.

In addition to direct translation, translators have the ability to capture idiomatic expressions, everyday language, and cultural references to produce translations that feel natural and culturally relevant. Whether it's translating literature, legal documents, business communications, or other content, translators essentially function as bridges of understanding, enabling global communication and collaboration.

 

Origin of the Commemoration

The choice of September 30 as International Translator Day is derived from the celebration of St. Jerome's feast day, who was an Italian priest and scholar credited with the first translation of the Bible.

St. Jerome, also known as Santo Hieronimus in Indonesian, embarked on the journey of translating the Bible from Greek manuscripts of the New Testament into Latin. He also translated several parts of the Hebrew Gospel into Greek. Possessing fluent language skills, St. Jerome acquired through studies and various travels.

St. Jerome passed away on September 30, 420, near Bethlehem. Following his death, he was hailed as the patron saint of translators for his efforts in making the Bible accessible to many.

International Translator Day was delegated by the International Federation of Translators (FIT) since its establishment in 1953. At that time, translators were less recognized and respected despite the significance of their role in the era of globalization. Hence, FIT emerged to designate a special day to honor translators in 1991.

Subsequently, International Translator Day was endorsed by the United Nations General Assembly on May 24, 2017, declaring that the celebration of International Translator Day falls on September 30 each year.

 

Unique Facts about Translators

Citing from various sources, here are 5 interesting facts about the profession of translators:

1. Annual Translator Contest

Since 2005, the United Nations (UN) invites all its accredited staff and students from selected partner universities to compete in the UN St. Jerome Translation Contest annually. This contest awards the best translators in Arabic, Chinese, English, French, Russian, Spanish, and German.

2. Significant Role in Various Development Aspects

Languages, with their complex implications for identity, communication, social integration, education, and development, hold strategic importance for humanity. There is a growing awareness that languages play a crucial role in global development. They not only mediate intercultural dialogue but also in achieving quality education for all and strengthening cooperation. They also participate in building inclusive knowledge for society and preserving cultural heritage, as well as mobilizing political will to apply the benefits of science and technology for sustainable development.

3. Building a Harmonious Atmosphere

The creation of harmonious communication among global citizens is inseparable from the role of this profession. Multilingual experts also play a frontline role in promoting tolerance and ensuring effective participation from all parties.

4. Largest Workforce for the UN

The United Nations (UN) is the organization with the largest language professionals in the world. Several hundred language staff work in UN offices in New York, Geneva, Vienna, and Nairobi, or in UN regional commissions in Addis Ababa, Bangkok, Beirut, Geneva, and Santiago. Translators are one type of language professional employed by the UN. UN language specialists include editorial and publishing assistants, language editors, interpreters, writers, production and publishing editors, translators, and journalists.

5. Multilingual Mastery

UN translators handle all types of documents, from statements by member states to reports prepared by expert bodies. The documents they translate cover every topic on the UN agenda, including human rights, peace and security, and development. New issues arise every day. UN documents are issued simultaneously in the six official languages of the Organization (Arabic, Chinese, English, French, Russian, and Spanish). Some core documents are also translated into German. This multilingual documentation is made possible by UN translators, whose task is to translate the original text clearly and accurately into their main languages.

 

Translated by Muhammad Erwin Fatahillah

Edited by Bayu Miftahul Huda

 

What If the Future of Translation will Involve Collaboration between Humans and Technology? Let's Read the Following Article!

 The Future of Translation is Part Human, Part Machine


Imagine a world where everyone can perfectly understand each other. Language is translated as we speak, and awkward moments of trying to be understood are a thing of the past.

This elusive idea is something that developers have been chasing for years. Free tools like Google Translate – which is used to translate over 100 billion words a day – along with other apps and hardware that claim to translate foreign languages as they are spoken are now available, but something is still missing.

Yes, you can now buy earpiece technology reminiscent of the Hitchiker’s Guide to the Galaxy babel fish – a bit of kit which claims to do a similar job to that of a university-trained, professionally-experienced, multilingual translator – but it’s really not that simple.

Despite the rather interesting claim in 1958 that translation is a Roman invention, it’s likely that it has been around as long as the written word, and interpretation even longer. We have evidence of interpreters being employed by ancient civilisations. Greece and Rome were, like many areas of the ancient world, multilingual, and so needed both translators and interpreters.

The question of how one should translate is just as old. Roman poet Cicero dictated that a translation ought to be “non verbum de verbo, sed sensum exprimere de sensu” – of expressing not word for word, but sense for sense.

This brief trip into the world of theory has one simple purpose: to emphasise that translation is not just about the words, and automating the process of replacing one with another could never be a substitute for human translation. Translation is about the words’ meaning, their connotative as well as their denotative sense, and how to express that meaning in such a way that it is both readable and comprehensible.

 

From meaning to decoding

Why then are we still pursuing this idea that technology could ever begin to adequately translate language? Back in the 1930s, when research into machine translation had just begun, developers still believed that mechanically replacing one word with another, with minimal syntactic reordering at first, would be an acceptable way to translate. And the world still lingers under this impression today.

These developers were brilliant in their own fields but linguists they were not. Warren Weaver, a talented scientist and mathematician, summed up this early thinking in 1949: “One naturally wonders if the problem of translation could conceivably be treated as a problem in cryptography. When I look at an article in Russian, I say: ‘This is really written in English, but it has been coded in some strange symbols. I will now proceed to decode’.”

To Weaver, translation was just about ousting one symbol for another. The actual meaning of these “strange symbols” was deemed irrelevant.

Translators and translation researchers often read how automation may be the future – some already believe it’s already happened, as it has in so many other fields – but we are nowhere near an infallible technology. There are plenty of examples in Wales alone where non-Welsh speaking people have used online translation services, and published before proof-reading. The results are most often reported with humour, but have undoubtedly led to confusion and a human translator stepping in to solve the problem.

But that is not to say that automation doesn’t have its place. Machines, for example, help lawyers, doctors and teachers – they have not replaced them. In the same vein, machines help us translators work better, and can aid accuracy, but unless an incredible technological breakthrough is made, we cannot be replaced by them. Machines have become quite good indeed at translating the text, but when it comes to text-behind-text, they need help.

 

Correcting machines

My own thesis into English to Welsh translation – due to be published later this year – shows that a translator working to correct the output from machine translation makes for higher productivity and quicker translation.

Further research has also found that this correction process leads to texts that are just as acceptable as translations produced from scratch. In societies like Wales where translation is one of the main ways bilingual services are provided, this productivity growth is all-important. Well over 350,000 people speak Welsh every day, while local authorities across the UK are also translating into numerous other languages. It is absolutely vital that they are quickly and effectively understood.

Today, machine translation can create rough drafts of relatively simple language, and research shows that correcting this draft is usually more efficient than translation from scratch by a human. But machines do not now – and it is questionable whether they ever will be able to – replace a translator’s brain. No matter how complex the code behind it, an automated system would struggle to get the same sense of the words.

Source: https://theconversation.com/the-future-of-translation-is-part-human-part-machine-76253

By: Ben Screen - PhD Researcher, Cardiff University

 

Masa Depan Penerjemahan adalah Bagian Manusia, Bagian Mesin

 

Bayangkan sebuah dunia di mana setiap orang dapat saling memahami dengan sempurna. Bahasa diterjemahkan saat kita berbicara, dan momen canggung saat mencoba dipahami menjadi sesuatu dari masa lalu.

Gagasan yang sulit dicapai ini adalah sesuatu yang telah dikejar oleh para pengembang selama bertahun-tahun. Alat gratis seperti Google Translate – yang digunakan untuk menerjemahkan lebih dari 100 miliar kata setiap hari – bersama dengan aplikasi dan perangkat keras lain yang mengklaim dapat menerjemahkan bahasa asing saat diucapkan kini tersedia, tetapi masih ada sesuatu yang kurang.

Ya, sekarang Anda bisa membeli teknologi earphone yang mengingatkan pada babel fish dari Hitchhiker’s Guide to the Galaxy – sebuah perangkat yang mengklaim melakukan pekerjaan serupa dengan penerjemah multibahasa yang terlatih di universitas dan berpengalaman profesional – tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu.

Meskipun ada klaim yang cukup menarik pada tahun 1958 bahwa penerjemahan adalah penemuan Romawi, kemungkinan besar penerjemahan sudah ada sejak kata-kata tertulis muncul, dan interpretasi bahkan lebih lama. Kami memiliki bukti bahwa para penerjemah telah dipekerjakan oleh peradaban kuno. Yunani dan Roma, seperti banyak wilayah dunia kuno lainnya, adalah masyarakat multibahasa, sehingga mereka membutuhkan penerjemah dan juru bahasa.

Pertanyaan tentang bagaimana seseorang harus menerjemahkan sama tuanya dengan penerjemahan itu sendiri. Penyair Romawi Cicero menetapkan bahwa penerjemahan seharusnya "non verbum de verbo, sed sensum exprimere de sensu" – yaitu mengekspresikan bukan kata demi kata, tetapi makna demi makna.

Perjalanan singkat ini ke dunia teori memiliki satu tujuan sederhana: untuk menekankan bahwa penerjemahan bukan hanya tentang kata-kata, dan mengotomatiskan proses menggantikan satu kata dengan kata lain tidak akan pernah bisa menjadi pengganti penerjemahan manusia. Penerjemahan adalah tentang makna kata-kata, baik makna konotatif maupun denotatif, dan bagaimana mengekspresikan makna itu sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dan dipahami.

 

Dari Makna ke Dekoding

Lalu mengapa kita masih mengejar gagasan bahwa teknologi dapat secara memadai menerjemahkan bahasa? Pada tahun 1930-an, ketika penelitian tentang penerjemahan mesin baru dimulai, para pengembang masih percaya bahwa mengganti satu kata dengan kata lain secara mekanis, dengan sedikit penyusunan ulang sintaksis pada awalnya, akan menjadi cara yang dapat diterima untuk menerjemahkan. Dan dunia masih berada di bawah kesan ini hingga hari ini.

Para pengembang ini sangat cerdas di bidang mereka masing-masing, tetapi mereka bukanlah ahli bahasa. Warren Weaver, seorang ilmuwan dan matematikawan berbakat, merangkum pemikiran awal ini pada tahun 1949: “Seseorang secara alami bertanya-tanya apakah masalah penerjemahan dapat dianggap sebagai masalah dalam kriptografi. Ketika saya melihat sebuah artikel dalam bahasa Rusia, saya berkata: 'Ini sebenarnya ditulis dalam bahasa Inggris, tetapi telah dikodekan dalam beberapa simbol aneh. Sekarang saya akan melanjutkan untuk mendekode.'”

Bagi Weaver, penerjemahan hanya tentang mengganti satu simbol dengan simbol lain. Makna sebenarnya dari “simbol aneh” ini dianggap tidak relevan.

Penerjemah dan peneliti penerjemahan sering membaca bahwa otomatisasi mungkin menjadi masa depan – beberapa sudah percaya bahwa itu telah terjadi, seperti dalam banyak bidang lainnya – tetapi kita masih jauh dari teknologi yang tak dapat salah. Ada banyak contoh di Wales saja di mana orang yang tidak berbicara bahasa Wales menggunakan layanan terjemahan online, dan menerbitkan sebelum memeriksa. Hasilnya sering dilaporkan dengan humor, tetapi tidak diragukan lagi menyebabkan kebingungan dan penerjemah manusia turun tangan untuk menyelesaikan masalah.

Namun itu bukan berarti otomatisasi tidak memiliki tempatnya. Mesin, misalnya, membantu pengacara, dokter, dan guru – mereka tidak menggantikannya. Dalam hal yang sama, mesin membantu kita, para penerjemah, bekerja lebih baik, dan dapat membantu ketepatan, tetapi kecuali ada terobosan teknologi yang luar biasa, kita tidak dapat digantikan oleh mereka. Mesin memang menjadi cukup baik dalam menerjemahkan teks, tetapi ketika datang pada makna di balik teks, mereka masih membutuhkan bantuan.

 

Menyempurnakan Mesin

Penelitian saya sendiri tentang terjemahan dari bahasa Inggris ke Wales – yang akan diterbitkan nanti tahun ini – menunjukkan bahwa seorang penerjemah yang bekerja untuk memperbaiki hasil dari terjemahan mesin meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses terjemahan.

Penelitian lebih lanjut juga menemukan bahwa proses koreksi ini menghasilkan teks yang sama dapat diterima dengan terjemahan yang dibuat dari awal. Di masyarakat seperti Wales di mana terjemahan adalah salah satu cara utama penyediaan layanan dwibahasa, pertumbuhan produktivitas ini sangat penting. Lebih dari 350.000 orang berbicara dalam bahasa Wales setiap hari, sementara otoritas lokal di seluruh Inggris juga menerjemahkan ke berbagai bahasa lainnya. Sangat penting bahwa informasi tersebut dipahami dengan cepat dan efektif.

Saat ini, mesin terjemahan dapat membuat draf kasar dari bahasa yang relatif sederhana, dan penelitian menunjukkan bahwa mengoreksi draf ini biasanya lebih efisien daripada menerjemahkan dari awal oleh manusia. Tetapi mesin tidak sekarang – dan dipertanyakan apakah mereka akan pernah mampu – menggantikan otak seorang penerjemah. Terlepas dari seberapa kompleks kode di baliknya, sebuah sistem otomatis akan kesulitan untuk mendapatkan makna yang sama dari kata-kata.


Translated by Muhammad Erwin Fatahillah

Edited by Bayu Miftahul Huda


Jumat, 17 Mei 2024

Molly Wright: How every child can thrive by five

"How Every Child Can Thrive by Five" is a transformative guide that highlights the crucial early years of a child's development. This video provides parents, educators, and caregivers with practical, evidence-based strategies to nurture a child's cognitive, emotional, and social growth during the first five years. By following these simple yet impactful practices, you can help lay a strong foundation for your child's future success.

Translated by Muhammad Erwin Fatahillah

Selasa, 14 Mei 2024

What If a Simple Blood Test Could Detect Cancer?

Have you ever imagined if a simple blood test could detect cancer early? In this video, we explore the latest advancements in the medical field that make this possible. Learn how this technology works, its benefits, and its impact on cancer detection and treatment. Don't miss out on this fascinating information that could change the future of our health!


Translated  by Muhammad Erwin Fatahillah

Implications of Culture on Language

The implications of culture on language are profound and multifaceted. Culture shapes the way individuals communicate, influencing vocabular...