Sejarah dan Tema Hari Penerjemah Internasional 2023
Bandung - Hari Penerjemah Internasional atau Internasional Translator Day
diperingati setiap 30 September. Menjadi sebuah kesempatan untuk menghormati
pekerjaan para penerjemah bahasa yang memiliki peran penting dalam
mempersatukan seluruh bangsa.
Penerjemah
memiliki peran dalam memfasilitasi dialog, pemahaman, dan kerjasama, untuk
pembangunan dan memperkuat perdamaian serta keamanan dunia.
Untuk memahami
lebih lanjut, berikut tema Hari Penerjemah Internasional 2023 beserta
penjelasan, asal-usul peringatan, tujuan, serta fakta unik dari penerjemah.
Tema Hari Penerjemah Internasional
2023
Mengutip dari
International Federation of Translators, Hari Penerjemah Internasional 2023
mengusung tema "Translation Unveils The Many Faces of Humanity" yang
berarti "Terjemahan Mengungkap Banyak Wajah Kemanusiaan". Untuk
memperingati Hari Penerjemahan Internasional tahun ini, seluruh dunia ingin
mengakui pentingnya peran penerjemah dalam kehidupan.
Penerjemah
mampu membuka dunia pengalaman manusia, memberikan kita jalan ke dalam
budaya-budaya lain. Ketika terjadi guncangan iklim dan geopolitik di seluruh
dunia, maka penerjemah memainkan peran penting dalam mengatasi ancaman terhadap
perdamaian dan keamanan, dalam diplomasi dan kerja sama antar negara,
pembangunan berkelanjutan, dan bantuan kemanusiaan, martabat manusia dan hak
asasi manusia.
Apa Itu
Penerjemah?
Penerjemah
memiliki peran penting dalam mengonversi konten tertulis atau lisan dari satu
bahasa ke bahasa lain dengan tetap mempertahankan makna, konteks, dan
nuansanya. Mereka menjembatani komunikasi antara individu, organisasi, dan
budaya yang menggunakan bahasa berbeda. Bekerja di berbagai bidang, termasuk
sastra, bisnis, hukum, medis, teknis, dan konteks diplomatik.
Selain
penerjemahan secara langsung, penerjemah memiliki kemampuan untuk menangkap
ekspresi idiomatik, bahasa sehari-hari, dan referensi budaya untuk menghasilkan
terjemahan yang terasa alami dan relevan secara budaya. Baik penerjemahan
literatur, dokumen hukum, komunikasi bisnis, atau konten lainnya. Intinya,
penerjemah memiliki fungsi sebagai jembatan pemahaman, memungkinkan komunikasi
dan kolaborasi global.
Asal-Usul
Peringatan
Dipilihnya
tanggal 30 September sebagai Hari Penerjemahan Internasional diambil dari
perayaan pesta St. Jerome yang merupakan seorang imam dan cendekiawan asal
Italia yang berjasa dalam menerjemahkan Alkitab pertama kali.
St. Jerome atau
dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai Santo Hieronimus, memulai
perjalanannya untuk menerjemahkan Alkitab dari manuskrip Perjanjian Baru
berbahasa Yunani ke dalam bahasa Latin. Dia juga menerjemahkan sejumlah bagian
dari Kitab Injil Ibrani ke dalam bahasa Yunani. Memiliki kemampuan bahasa yang
fasih, didapatkan St. Jerome melalui studi dan berbagai perjalanannya.
St. Jerome
meninggal pada 30 September 420 di dekat Betlehem. Setelah meninggal ia disebut
sebagai Santo pelindung para penerjemah karena upayanya dalam membuat Alkitab
dapat diakses oleh banyak orang.
Hari Penerjemah
Internasional didelegasikan Federasi Penerjemah Internasional (FIT) sejak
didirikan pada tahun 1953. Pada saat itu, para penerjemah kurang diakui dan
dihormati secara layak terlepas dari pentingnya peran mereka di era
globalisasi. Maka dari itu, FIT muncul untuk memiliki hari khusus dalam rangka
menghormati para penerjemah pada tahun 1991.
Kemudian Hari
Penerjemah Internasional, disahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) pada tanggal 24 Mei 2017, menyatakan bahwa perayaan Hari Penerjemah
Internasional setiap tahun jatuh pada tanggal 30 September.
Fakta Unik dari
Penerjemah
Mengutip dari
beberapa sumber berikut 5 fakta menarik tentang profesi penerjemah.
1. Ada Kontes
Penerjemah Tahunan
Sejak tahun
2005, setiap tahunnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang seluruh
stafnya yang terakreditasi dan mahasiswa dari universitas mitra terpilih untuk
bersaing dalam kontes Terjemahan St. Jerome PBB. Sebuah kontes yang memberikan
penghargaan kepada penerjemah terbaik dalam bahasa Arab, China, Inggris, Prancis,
Rusia, Spanyol, dan Jerman.
2. Memiliki
Peran Penting dalam Berbagai Aspek Pembangunan
Bahasa dengan
implikasinya yang kompleks terhadap identitas, komunikasi, integrasi sosial,
pendidikan dan pembangunan, memiliki kepentingan strategis bagi manusia. Ada
kesadaran yang berkembang bahwa bahasa memainkan peran penting dalam
pembangunan dunia.
Bukan hanya
memediasi dialog antarbudaya, tetapi juga dalam mencapai pendidikan berkualitas
untuk semua dan memperkuat kerja sama. Turut serta juga dalam membangun
pengetahuan yang inklusif bagi masyarakat dan melestarikan warisan budaya,
hingga dalam memobilisasi kemauan politik untuk menerapkan manfaat ilmu
pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan berkelanjutan.
3. Membangun
Suasana Harmonis
Terciptanya
komunikasi yang harmonis di antara warga dunia tidak lepas dari peran profesi
penerjemah ini. Para ahli multibahasa juga menjadi garda terdepan dalam
mempromosikan toleransi, memastikan partisipasi yang efektif dari semua pihak.
4. Paling Besar
Bekerja Untuk PBB
Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi organisasi yang memiliki profesional bahasa
terbesar di dunia. Beberapa ratus staf bahasa bekerja di kantor-kantor PBB di
New York, Jenewa, Wina dan Nairobi, atau di komisi regional PBB di Addis Ababa,
Bangkok, Beirut, Jenewa dan Santiago.
Penerjemah
adalah salah satu jenis profesional bahasa yang dipekerjakan di PBB. Spesialis
bahasa PBB ini meliputi asisten editorial dan penerbitan, editor bahasa,
interpreter, penulis, editor produksi dan penerbitan, penerjemah, hingga
wartawan.
5. Penguasaan
Multibahasa
Penerjemah PBB
menangani semua jenis dokumen, dari pernyataan oleh negara anggota hingga
laporan yang disiapkan oleh badan ahli. Dokumen-dokumen yang mereka terjemahkan
mencakup setiap topik dalam agenda PBB, termasuk hak asasi manusia, perdamaian
dan keamanan, dan pembangunan.
Masalah baru
muncul setiap hari. Dokumen PBB dikeluarkan secara bersamaan dalam enam bahasa
resmi Organisasi (Arab, China, Inggris, Prancis, Rusia dan Spanyol). Beberapa
dokumen inti juga diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman.
Dokumentasi
multibahasa ini dimungkinkan oleh para penerjemah PBB, yang tugasnya adalah
menerjemahkan secara jelas dan akurat isi teks asli ke dalam bahasa utama
mereka.
Source: https://www.detik.com/jabar/berita/d-6954506/sejarah-dan-tema-hari-penerjemah-internasional-2023
By: Daffa Sarja – Detik Jabar
The History and Theme of International Translator Day 2023
Bandung - International Translator Day is commemorated every 30th of
September. It serves as an opportunity to honor the work of language
translators who play a crucial role in unifying nations.
Translators
facilitate dialogue, understanding, and cooperation for global development and
the strengthening of world peace and security.
To delve
deeper, here is the theme of International Translator Day 2023 along with its
explanation, the origin of the commemoration, objectives, and unique facts
about translators.
Theme of International Translator
Day 2023
Quoting from
the International Federation of Translators, the theme for International
Translator Day 2023 is "Translation Unveils The Many Faces of
Humanity". This theme signifies the importance of translators in our
lives.
They have the
ability to open up the world of human experiences, providing us with insights
into different cultures. Amid climate and geopolitical upheavals worldwide,
translators play a crucial role in addressing threats to peace and security, in
diplomacy and international cooperation, sustainable development, and
humanitarian assistance, human dignity, and human rights.
What is a Translator?
A translator
plays a crucial role in converting written or spoken content from one language
to another while preserving its meaning, context, and nuances. They bridge
communication gaps between individuals, organizations, and cultures that speak
different languages. Working across various fields including literature,
business, law, medicine, technical, and diplomatic contexts.
In addition to
direct translation, translators have the ability to capture idiomatic
expressions, everyday language, and cultural references to produce translations
that feel natural and culturally relevant. Whether it's translating literature,
legal documents, business communications, or other content, translators
essentially function as bridges of understanding, enabling global communication
and collaboration.
Origin of the Commemoration
The choice of
September 30 as International Translator Day is derived from the celebration of
St. Jerome's feast day, who was an Italian priest and scholar credited with the
first translation of the Bible.
St. Jerome,
also known as Santo Hieronimus in Indonesian, embarked on the journey of
translating the Bible from Greek manuscripts of the New Testament into Latin.
He also translated several parts of the Hebrew Gospel into Greek. Possessing
fluent language skills, St. Jerome acquired through studies and various
travels.
St. Jerome
passed away on September 30, 420, near Bethlehem. Following his death, he was
hailed as the patron saint of translators for his efforts in making the Bible
accessible to many.
International
Translator Day was delegated by the International Federation of Translators
(FIT) since its establishment in 1953. At that time, translators were less
recognized and respected despite the significance of their role in the era of
globalization. Hence, FIT emerged to designate a special day to honor
translators in 1991.
Subsequently,
International Translator Day was endorsed by the United Nations General
Assembly on May 24, 2017, declaring that the celebration of International
Translator Day falls on September 30 each year.
Unique Facts about Translators
Citing from
various sources, here are 5 interesting facts about the profession of
translators:
1. Annual
Translator Contest
Since 2005, the
United Nations (UN) invites all its accredited staff and students from selected
partner universities to compete in the UN St. Jerome Translation Contest
annually. This contest awards the best translators in Arabic, Chinese, English,
French, Russian, Spanish, and German.
2. Significant
Role in Various Development Aspects
Languages, with
their complex implications for identity, communication, social integration,
education, and development, hold strategic importance for humanity. There is a
growing awareness that languages play a crucial role in global development.
They not only mediate intercultural dialogue but also in achieving quality
education for all and strengthening cooperation. They also participate in
building inclusive knowledge for society and preserving cultural heritage, as
well as mobilizing political will to apply the benefits of science and
technology for sustainable development.
3. Building a
Harmonious Atmosphere
The creation of
harmonious communication among global citizens is inseparable from the role of
this profession. Multilingual experts also play a frontline role in promoting
tolerance and ensuring effective participation from all parties.
4. Largest
Workforce for the UN
The United
Nations (UN) is the organization with the largest language professionals in the
world. Several hundred language staff work in UN offices in New York, Geneva,
Vienna, and Nairobi, or in UN regional commissions in Addis Ababa, Bangkok,
Beirut, Geneva, and Santiago. Translators are one type of language professional
employed by the UN. UN language specialists include editorial and publishing
assistants, language editors, interpreters, writers, production and publishing
editors, translators, and journalists.
5. Multilingual
Mastery
UN translators
handle all types of documents, from statements by member states to reports
prepared by expert bodies. The documents they translate cover every topic on
the UN agenda, including human rights, peace and security, and development. New
issues arise every day. UN documents are issued simultaneously in the six
official languages of the Organization (Arabic, Chinese, English, French,
Russian, and Spanish). Some core documents are also translated into German.
This multilingual documentation is made possible by UN translators, whose task
is to translate the original text clearly and accurately into their main
languages.
Translated by Muhammad Erwin Fatahillah
Edited by Bayu Miftahul Huda

